1. Hasil Belajar Matematika
Hasil pembelajaran yang dibuat sekolah biasanya berbentuk nilai atau sering dikatakan hasil atau belajar. Hamalik (2000) menjelaskan bahwa dalam belajar tidak hanya mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan, dan cita-cita. Kingsley (Sudjana, 2001) membagi tiga macam hasil belajar, yaitu: (1) keterampilan dan kebiasaan; (2) pengetahuan dan pengertian; (3) sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah.
Matematika berasal dari bahasa latin “manthanein” atau “mathema” yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut “wiskunde” atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten (Depdiknas, 2003).
Hasil belajar matematika tidak lain adalah hasil terakhir dari proses belajar matematika sebagai perwujudan segala upaya yang telah dilakukan selama proses berlangsung. Pencapaian hasil balajar lebih sering dikaitkan dengan nilai perolehan siswa setalah proses belajar mangajar dan evaluasi yang diberikan. Hasil belajar yang diciptakan setelah terjadinya proses belajar merupakan bukti utama dari proses belajar.
2. Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Rotating Trio Exchange
Alma (2008) mengemukakan bahwa rotating trio exchange dibentuk kelompok 3 orang, yang diberi nomor 0, 1, 2. Mereka diberi pertanyaan yang sama untuk didiskusikan. Setelah selesai permasalahannya anggota kelompok dirotasi. Nomor nol tetap di tempat sedangkan nomor 1 pindah searah jarum jam dan nomor 2 ke arah sebaliknya, sehingga akan terbentuk trio yang baru/bercampur dengan anggota kelompok lain. Kemudian diberi permasalahan baru lagi dengan persoalan yang lebih sulit.
Menurut pendapat Silberman (2005), merotasi pertukaran pendapat kelompok tiga orang merupakan cara terperinci bagi siswa untuk mendiskusikan permasalahan dengan sebagian (dan biasanya memang tidak semua) teman sekelas mereka. Pembelajaran ini melibatkan siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran serta mengutamakan kerjasama kelompok untuk memecahkan masalah yang diberikan oleh guru. Proses pembelajaran rotating trio exchange adalah seluruh siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari tiga orang. Mempermudah jalannya rotasi kelompok trio, maka dibentuklah pola segitiga pada masing-masing trio.
Ketika sudah terbentuk kelompok trio, masing-masing kelompok diberi permasalahan dalam bentuk kertas yang digulung. Selanjutnya perwakilan kelompok mengambil satu permasalahan yang ada pada box, kemudian didiskusikan dengan anggota trio. Setelah permasalahan pertama terselesaikan siswa diberi indeks 0, 1, dan 2, siswa yang memperoleh indeks 0 tetap berada ditempat asli, karena ia merupakan anggota tetap dari kelompok mereka. Siswa yang mendapat indeks 1 berotasi searah jarum jam, dan siswa yang mendapat indeks 2 berotasi berlawanan jarum jam. Setelah terbentuk kelompok trio baru, siswa kembali diberikan permasalahan yang terkait dengan permasalahan pertama. Hal tersebut bertujuan, untuk menyatukan pendapat-pendapat yang diperoleh dari anggota yang dirotasi. Rotasi dilakukan sebanyak tiga kali sampai berakhir atau bertemu kembali dengan kelompok asli. Pada kelompok asli siswa kembali mendiskusikan permasalahan yang diperoleh selama berotasi, siswa indeks 0, 1, dan 2 membandingkan jawaban atau pendapat yang diperoleh untuk membuat kesepakatan dari permasalahan tersebut
Dalam model pembelajaran ini terdapat penghargaan kelompok, pertangggungjawaban individu dan kesempatan yang sama untuk berhasil. Dengan model ini dapat meningkatkan belajar siswa ke arah yang lebih baik dan meningkatkan sikap tolong-menolong dalam perilaku sosial. Guru membimbing dan memotivasi siswa untuk berani mengemukakan pendapat, menghargai pendapat teman dan saling tukar pendapat.
0 komentar